Selasa, 31 Januari 2017

Keajaiban Datang Menghampiri Keluarga Kecilku

Assalamu 'alaikum wr wb
Hallooo,,Ini pertama kali saya menulis di blog
Penulisan ini semuanya dalam tahap pembelajaran
Semoga tulisan ini bermanfaat buat semua pembaca

Alhamdulillahhh,,Tanggal 21 November 2010 merupakan tanggal pernikahan saya dgn suami
Saat itu usia saya tepat memasuki 25 tahun (ultah sy di tgl nikahan sy juga☺️☺️☺️) Saya mengenal suami saya setahun sebelum kami memutuskan untuk menikah.
Saat itu saya masih aktif bekerja sebagai karyawan swasta
Penempatan saya pada saat itu berada sekitar kurang lebih 2 jaman dari Kota Palu tepatnya di Kab Parigi Moutong
Saat awal menikah karena sy harus bolak balik tiap minggu nya dari Palu-Parigi dan Parigi-Palu (tiap minggunya) membuat sy berpikir untuk menunda memiliki anak.
Dan ternyata pikiran saya sampai ke "Atas" artinya pikiran saya memang terkabul
Saya belum dikaruniai anak hingga mau memasuki usia pernikahan kami yg ke-5
Hari berganti hari, berganti minggu, berganti bulan dan berganti Tahun
Kami sibuk dengan segala aktifitas masing-masing, sy masih sibuk bekerja di kantor sementara suami saya juga sibuk dengan pengembangan bisnisnya (nnti dijelasin yah bisnisnya๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜)
Hingga terasa ada yang kurang dalam pernikahan kami. Saya selalu berpikir positif mungkin memang belum waktunya untuk diberikan kesempatan langka tersebut (untuk memiliki anak), mungkin juga saya belum pantas untuk dapatkan hadiah terindah tersebut dan saya yakin suatu saat pasti saya juga akan diberikan kesempatan dan pasti akan di berikan hadiah terindah itu.
Sambil menunggu, berdoa dan berusaha. Saya selalu introspeksi kira-kira kenapa saya masih juga belum diberikan kesempatan itu
Kemudian saya mengingat kembali, ternyata kata-kata saya setelah menikah bahwa sy akan menunda hadiah tersebut dan kenyataannya memang tertunda hingga mau memasuki waktu ke 5 dalam pernikahan saya.
Segala cara saya sudah coba, mulai dari tradisional sampai periksa ke dokter,
Sempat di kuret karena katanya ada kista dalam rahim saya, minum produk, dll sebagainya
Namun tetap saja belum membuahkan hasil
Alhamdulillah memiliki suami yang sabar dn terus optimis, terus memberikan support
Keluarga : mama, kakak, adik, mertua yang selalu optimis dn juga memberikan support pasti ada hadiahnya hanya terlambat diberikan.
Hingga akhirnya bulan februari tahun 2015, saya meminta izin ke pimpinan kantor saya untuk cuti diluar tanggungan kantor dan alhamdulillah di setujui cuti sy. Saya cuti selama 3 bulan Februari, maret, april.
Awal cuti saya berencana menemani mama saya untuk hadir di pesta pernikahan sepupu saya di Kota Riau, Pekanbaru. Saya cuti tanpa membawa suami saya๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†.. Kemudian dari Riau saya dan mama melanjutkan perjalanan menuju ke Jambi. Karena naik pesawat terlalu cepat sampai ๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹ maka kami memutuskan untuk melalui darat. Alhamdulillaah punya abang sepupuu gappuuaa' yang ketceh badaiii mau menemani kami berkeliling untuk sampai di Jambi๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜
Kami memulai perjalanan menuju bukit tinggi (kampung alm Bpk saya) melewati kelok 9 sempat masuk lagi kerumah gaek disna ketemu dgn sepupu dan keluarga disna, makan sate padang (kalau diingat,, pasti mw makan lagi) jalan ke Jam Gadang dan pastinya beli keripik baladoo yg eennnyyaaaaaaakkkkk sekalliii๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹..
Setelah itu lanjut perjalanan sampai Padang, jalan-jalan lagi di Padang ke pantai, UnivAndalas, dan kerumah teman mama ☺️☺️☺️
Setelah itu lanjut perjalanan lagi ke Jambi (rumah kakak Papa saya : om Saf) jalaan2 lagi kami di Jambi,,ahhhh senangnyaa bisa cutiiiii☺️☺️☺️

Perjalanan mengelilingi Pekanbaru, Bukit tinggi, Padang dan Jambi telah berakhir, kemudian saya dan mama melanjutkan perjalanan menuju ke Depok, disana ada adik saya yang terakhir karena adik saya mau melahirkan maka saya dan mama menuju kesana disana kakak saya sudah menunggu karena kebetulan lagi ambil kuliah S2 di Semarang jadinya kumpul di Depok. Sambil menunggu adik saya lahiran, saya melanjutkan rencana untuk jalan lagi ke Semarang, bersama kakak saya dan ponakan saya. Kami memilih untuk naik kereta api, berhubung saya belum pernah merasakan naik kereta api hhhhh,,,

Setelah sampai di Semarang, kami dijemput sepupu saya yang tinggal di Semarang, berhubung badan semua rasanya sakit akhirnya saya putuskan untuk memanggil tukang pijet, dan sepupu saya punya tukang pijet yang enaakk sekali rasa pijetannya,,namanya ma'ee,,

Awalnya Ma'ee cuma untuk pijet doank,,tp sambil pejetan kakak saya cerita ke ma'e kalau saya belum memiliki anak. Ma'e pun langsung pegang perut saya,,sambil dipijet ma'e sampaikan kalau rahim saya agak kedalam jadi susah buat tembusnya (xixixixi) dan saya iya2 saja sih nggak terlalu peduli,
hal ini karena sudah banyak juga tukang pijet yang pegang perut saya dan nggak ada perubahan sama sekali,,namun dalam hati saya juga selalu berdoa : Seandainya hanya karena "ini" masalahnya sehingga saya belum memiliki anak dan kalau memang ini jodohnya supaya saya bisa memiliki anak saya akan terus berusaha dan kalau memang setelah di pegang Ma'e ternyata saya ber"isi" maka Ma'e akan mendapat hadiah dari saya..

Hari pun berlalu, saatnya saya dan kakak saya harus balik ke Depok lagi,karena mengingat adik saya sudah mau memasuki hari persalinan.

Terima kasih sudah membaca tulisan saya yang masih penuh dengan kekurangan๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
Semoga bisa lebih baik lagi kedepannya

Wassalam